Photo: http://djarumbeasiswaplus.org/artikel/content/100/Tokoh-Kita:-Anies-Baswedan,-Intelektual-Muda-Peduli-Bangsa/
Pada
opini-opini politik saya sebelumnya, telah membahas wacana mengenai
peta kekuatan politik sosok tokoh Jokowi - JK (Jusuf Kalla) pada PilPres
2014 mendatang. Jusuf Kalla dengan segala kemampuan dan kekuatan yang
tersandang jelas dalam kepribadiannya, dimulai dari terpenuhinya
kemampuan finansial serta kekuatan basis massa daerah yang selalu
mengharapkan tokoh asli pribumi “tanah badik” ini untuk terus maju
sebagai Bakal Capres ataupun Bakal Cawapres di PilPres 2014 nanti. Bukan
berhenti sampai disini saja, bahkan JK sanggup untuk mempersatukan
seluruh kekuatan para pengusaha di Republik ini melalui dukungan moril
dan finansiil seorang pengusaha terkenal, Sofjan Wanandi. Belum lagi
segudang pengalaman JK baik itu dipemerintahan maupun dalam struktur
keorganisasian, sungguh negara ini membutuhkan seorang sosok pekerja
keras. Karena faktor alasan inilah Jusuf Kalla layak menjadi tandemnya
Jokowi. Sosok Jokowi dengan segala kekurangan yang dimilikinya saat ini
tidak cukup dengan bermodalkan blusukan, kesederhanaan, dan tersenyum
dihadapan masyarakat saja. Kesan kepribadian lembek yang dimiliki oleh
Jokowi akan tertutupi dengan kepribadian Jusuf Kalla yang tegas, lincah
dan berani mengambil keputusan bahkan berspekulasi.
Tapi,
dalam tajuk opini politik saya diatas, tidaklah kembali membahas sosok
Jusuf Kalla secara panjang lebar. Karena saya sadar saat ini banyak
bergulir wacana untuk mengunggulkan Jusuf Kalla dalam percaturan politik
Bakal Cawapres buat Jokowi nanti di PilPres 2014. Kesamaan kepribadian
dan sikap pekerja keras juga dimiliki oleh sosok akademisi dunia
pendidikan yang saat ini memangku jabatan sebagai Rektor di Universitas
Paramadina, Anies Baswedan. Tokoh akademisi muda yang memiliki segudang
pengalaman dalam bidang pendidikan ini tergolong cerdas dan lincah dalam
memainkan peranan didunia pendidikan saat ini. Tidak ayal lagi beragam
prestasi sudah disandangkan buat beliau, salahsatunya yang terkenal
adalah “Gerakan Indonesia Mengajar”. Melalui program Gerakan Indonesia Mengajar,
Anies Baswedan mengajak para kaum muda Indonesia yang telah selesai
berkiprah di kampus, untuk terjun ke pelosok-pelosok negeri ini. Mereka
diharapkan dapat menyebarkan harapan dan optimisme itu. Para pemuda juga
diminta untuk terus memberikan inspirasi dan motivasi, sehingga
anak-anak negeri di pelosok dapat selalu tampil dengan sikap penuh
percaya diri dan optimis untuk terus maju. Bukan penghargaan dalam
negeri saja yang telah dimiliki oleh Anies Baswedan, Selama karirnya,
Anies Baswedan mendapat sejumlah penghargaan tingkat dunia. Pada Mei 2008, Majalah Foreign Policy
menjadikan beliau salah satu dari “100 Intelektual Publik” dan World
Economic Forum (WEF) memasukannya ke dalam deretan “Pemimpin Muda Global
2009″. Pada April 2010, Majalah Foresight dari Jepang menyebutnya sebagai “20 Pemimpin Masa Depan Dunia”.
Sedangkan pada Juni 2010, Institute for International Policy Studies
(IIPS) memberikan Nakasone Yasuhiro Awards kepada Anies Baswedan. Satu
bulan kemudian, Royal Islamic Strategic Studies Centre yang berpusat di
Yordania memasukkan Anies ke dalam daftar “500 Muslim Paling Berpengaruh
di Dunia”. Sungguh guratan prestasi yang tidak bisa dianggap enteng
apalagi menutup sebelah mata akan kepopuleritasannya.
Tokoh
muda yang dijuluki “Intelektual Muda Pemimpin Masa Depan” ini, hampir
bermiripan peranannya dengan sosok Jusuf Kalla saat ini, hanya profesi
yang membedakan mereka. Anies Baswedan berperan dalam dunia pendidikan
dan Jusuf Kalla berperan dalam dunia usaha. Kedua tokoh nasional negara
tersebut telah mengisi pembangunan, dan berkontribusi banyak terhadap
NKRI.
Sosok Prabowo yang notabene berdarah militer lapangan dan selalu mengumbar-umbar
peranan ekonomi kerakyatan melalui slogan “macan asia”nya itu, tidak
ayal lagi juga mengalami nasib yang sama dengan sosok Jokowi pada
PilPres 2014 nanti. Peta koalisi partai Gerindra yang detik ini masih
menunggu hasil resmi penghitungan suara dari KPU pusat, sambil menyelam
minum air, partai Gerindra saat ini pun sudah ancang-ancang untuk
mencari pasangan tepat buat Prabowo yang memiliki ikatan chemistry dan
ikatan benang merah (Akai Ito) yang saling menguatkan. Tak bisa
dipungkiri, saat ini maraknya beberapa nama pendamping Prabowo yang
dijadikan wacana oleh publik, menandakan bahwa publik berkepentingan
politis dalam koalisi tersebut. Salahsatu nama yang bergulir adalah
Hatta Rajasa, sang Ketua Umum partai PAN ini, panas untuk diwacanakan 1
hari belakangan. Namun, Hatta tidak sama kalibernya dengan Jusuf Kalla
dan Anies Baswedan. Karena Hatta hanya memiliki kekuatan politis
dipartainya saja, dengan jabatannya tersebut sudah dipastikan Hatta
tidak bisa bermain tunggal, semua kader dan petinggi partai PAN terlibat
aktif dalam menentukan kemana Hatta harus dipasangkan kelak. Ditambah
lagi, adanya keinginan keras dari Prabowo untuk bertemu sekaligus
berkomunikasi dengan Presiden SBY yang notabene pemegang saham di Partai
Demokrat (PD).
Dalam
kubu Partai Demokrat sendiri saat ini, melalui keputusan Presiden SBY
telah memutuskan untuk, meneruskan “KONVENSI PARTAI DEMOKRAT” dengan
berbagai pertimbangan politis dan akademis, harus diakui bahwa
tokoh-tokoh yang ikut serta dalam konvensi Partai Demokrat semuanya
memiliki kompetensi yang layak untuk dipertimbangkan. Salahsatu dari
sekian banyak tokoh peserta konvensi PD tersebut termasuk didalamnya
“Intelektual Muda Pemimpin Masa Depan” yaitu ANIES BASWEDAN. Sekian.
Salam Perjuangan !
No comments:
Post a Comment