Tuesday, 19 September 2017

Sejarah Perang Dingin USSR dan USA


Perseteruan paham komunis dan liberal yang dicanangkan oleh Uni Soviet (USSR) dan Amerika Serikat (USA), bermula dari ketidak adilnya pembahagian rampasan perang dunia kedua yang dimenangkan oleh Amerika dan sekutunya termasuk didalamnya adalah Uni soviet (Russia). Soviet sebagai sekutu Amerika dalam perang dunia kedua melawan German (adolf hitler, Nazi) merasa berperan banyak terhadap kemenangan diperang dunia kedua. Pasca Hiroshima dan Nagasaki dibom atom oleh Amerika serikat berkat temuan ilmiah dari Albert Einstein, maka Nazi dan Jepang pun menyerah tanpa syarat kepada pemenang perang dunia kedua (Amerika dan sekutunya).


Pasca perang dunia kedua usai, tercipta konflik baru yang diciptakan oleh negara pemenang perang dunia kedua tadi, bermula dari ketidak adilan pembagian tanah rampasan perang dunia kedua. Uni Soviet anggap Amerika tidak adil kepada negara sekutu yang telah membantu memenangkan perang dunia kedua. Karna faktor inilah maka, tercipta PERANG DINGIN yang tidak lain adalah perang perebutan paham komunis dan liberalis. Antara USSR dan USA. Sampai ditahun 1989 tepatnya bulan november tanggal 9, tembok berlin disisi komunis runtuh. Saat itu pula perang dingin usai dan dimenangkan oleh USA (Amerika) sekaligus mengukuhkan dirinya menjadi negara super power alias negara adidaya.


By : Pitopangsan

Monday, 18 September 2017

Korut Kurang Piknik, Amerika Kurang Wawasan


Rakyat korea utara itu IDENTIK dengan KACEBONG .
Muhammad Yusri Yunus punya dagelan.
*Kim Jong Un, Presiden Korea Utara Berpidato Membanggakan

Negaranya*
Beliau berkata: "Tidak hanya
senjata nuklir, dalam 10 thn
kedepan kita juga akan membuat
terobosan baru yakni tim antariksa kami akan mendarat di matahari."

Mendengar ini para pendukungnya lantas bersorak bangga.
Lalu seorang wartawan bertanya:
"Matahari suhunya begitu panas,
bagaimana bisa mendarat di
matahari...?"

Sesaat suasana dalam ruang
tersebut berubah menjadi hening.

Beberapa saat kemudian, setelah
Kim Jong Un menghisap cerutunya
beberapa kali, dia menjawab: "Kita perginya malam hari!"

Seketika para pendukung Kim
bersorak kembali.

Donald Trump, Presiden AS yg
menonton tayangan langsung ini di TV, segera merespon dgn
mengatakan kepada para stafnya:

"Gila ini orang, malam hari mana
ada matahari...?"

Wiwaha orang Madura Indonesia
juga ikutan komentar:

"Trump itu kurang wawasan...
Matahari & Hypermart kan bukanya sampai jam 10 malam...

RAHASIA BESAR SEORANG AYAH YANG TIDAK DIKETAHUI SEORANG ANAK BAHKAN SETIAP ANAK DI DUNIA.


Mungkin ibu lebih kerap menelpon untuk menanyakan keadaanku setiap hari, tapi apakah aku tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponku?
Semasa kecil, ibukulah yang lebih sering menggendongku. Tapi apakah aku tau bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih ayahlah yang selalu menanyakan apa yang aku lakukan seharian, walau beliau tak bertanya langsung kepadaku karena saking letihnya mencari nafkah dan melihatku terlelap dalam tidur nyenyakku. Saat aku sakit demam, ayah membentakku “Sudah diberitahu, Jangan minum es!” Lantas aku merengut menjauhi ayahku dan menangis didepan ibu. Tapi apakah aku tahu bahwa ayahlah yang risau dengan keadaanku, sampai beliau hanya bisa menggigit bibir menahan kesakitanku.
Ketika aku remaja, aku meminta izin untuk keluar malam. Ayah dengan tegas berkata “Tidak boleh! ”Sadarkah aku, bahwa ayahku hanya ingin menjaga aku, beliau lebih tahu dunia luar, dibandingkan aku bahkan ibuku? Karena bagi ayah, aku adalah sesuatu yang sangat berharga. Saat aku sudah dipercayai olehnya, ayah pun melonggarkan peraturannya.
Maka kadang aku melanggar kepercayaannya. Ayahlah yang setia menunggu aku diruang tamu dengan rasa sangat risau, bahkan sampai menyuruh ibu untuk mengontak beberapa temannya untuk menanyakan keadaanku, ''dimana, dan sedang apa aku diluar sana.'' Setelah aku dewasa, walau ibu yang mengantar aku ke sekolah untuk belajar, tapi tahukah aku, bahwa ayahlah yang berkata: Ibu, temanilah anakmu, aku pergi mencari nafkah dulu buat kita bersama.
Disaat aku merengek memerlukan ini – itu, untuk keperluan kuliahku, ayah hanya mengerutkan dahi, tanpa menolak, beliau memenuhinya, dan cuma berpikir, kemana aku harus mencari uang tambahan, padahal gajiku pas-pasan dan sudah tidak ada lagi tempat untuk meminjam.
Saat aku berjaya. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukku. Ayahlah yang mengabari sanak saudara, ''anakku sekarang sukses.'' Walau kadang aku cuma bisa membelikan baju koko itu pun cuma setahun sekali. Ayah akan tersenyum dengan bangga.
Dalam sujudnya ayah juga tidak kalah dengan doanya ibu, cuma bedanya ayah simpan doa itu dalam hatinya. Sampai ketika nanti aku menemukan jodohku, ayahku akan sangat berhati – hati mengizinkannya.
Dan akhirnya, saat ayah melihatku duduk diatas pelaminan bersama pasanganku, ayahpun tersenyum bahagia. Lantas pernahkah aku memergoki, bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat bahagia. Dan beliau pun berdoa, “Ya Alloh, tugasku telah selesai dengan baik. Bahagiakanlah putra putri kecilku yang manis bersama pasangannya.
''Pesan ibu ke anak untuk seorang Ayah''
Anakku..
Memang ayah tidak mengandungmu,
tapi darahnya mengalir di darahmu, namanya melekat dinamamu ...
Memang ayah tak melahirkanmu,
Memang ayah tak menyusuimu,
tapi dari keringatnyalah setiap tetesan yang menjadi air susumu ...

Nak..
Ayah memang tak menjagaimu setiap saat,
tapi tahukah kau dalam do'anya selalu ada namamu disebutnya ...
Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar karena dia ingin terlihat kuat agar kau tak ragu untuk berlindung di lengannya dan dadanya ketika kau merasa tak aman...

Pelukan ayahmu mungkin tak sehangat dan seerat bunda, karena kecintaanya dia takut tak sanggup melepaskanmu...
Dia ingin kau mandiri, agar ketika kami tiada kau sanggup menghadapi semua sendiri..

Bunda hanya ingin kau tahu nak..
bahwa...
Cinta ayah kepadamu sama besarnya dengan cinta bunda..
Anakku...
Jadi didirinya juga terdapat surga bagimu... Maka hormati dan sayangi


Sunday, 17 September 2017

Film GASING TENGKORAK


JAKARTA - Film-film horor tanah air tengah naik daun saat ini. Sebelumnya, penonton dibuat merinding dengan film "Jailangkung", kali ini muncul yang tak kalah menakutkannya, "Gasing Tengkorak".

"Gasing Tengkorak" menjadi film horor perdana yang dibintangi Nikita Willy. Mengambil legenda dari Tanah Minang, "Gasing Tengkorak" adalah permainan mistis dengan kekuatan jahat yang tak terlihat. 

Digarap oleh sutradara handal, Jose Purnomo, "Gasing Tengkorak" bercerita tentang teror mistis yang dialami seorang bintang terkenal. Sang bintang yang diperankan Nikita Willy itu dihantui sosok makhluk halus yang mengikutinya ke mana saja.

Bahkan, nyawanya menjadi terancam. Nyalinya diuji untuk menghadapi sosok-sosok horor yang mengikuti dirinya.

Menurut Jose, film "Gasing Tengkorak" ini diambul dari legenda nyata yang terkenal di budaya masyarakat Minang. Gasing itu memang bukan gasing biasa. Permainan yang dahulu digunakan sebagai media santet ini menggunakan tulang tengkorak manusia asli sebagai gasingnya. 

Film "Gasing Tengkorak" sendiri baru akan tayang di bioskop pada Oktober mendatang. (rid)

Tiga Tokoh Utama SUMATERA WESKUTS



SUMATERA WESKUTS

----------------------------------------------------------
Tiga tokoh utama yang berpengaruh dalam awal pemerintahan di Province Sumatra’s Westkust yang secara langsung telah memberi pengaruh besar pada awal pertumbuhan dan perkembangan Kota Padang sebagai ibu kota sumatera weskuts adalah Gubernur pertama Province Sumatra’s Westkust Andreas Victor Michiels, Resident Pertama Tapanoeli Alexander van der Hart dan Asisten Residen Afdeeling Mandailing dan Angkola Alexander Philippus Godon.
.
Pada tahun 1829 (lihat Almanak 1829) struktur pemerintahan di Sumatra weskuts sudah semakin lengkap. Residen kedua Sumatra’s Westkust : W. Mac Gilavrij. Residen dibantu dua asisten residen: Asisten Residen yang merangkap sekretatis dan Asisten Residen Zuidelij Afdeeling yang berkedudukan di Padang. Selain itu beberapa pejabat ditempatkan di Padang Salah satu pejabat khusus bernama pakhuismeester (yang berfungsi di bidang perdagangan) Untuk menjaga keamanan territorial yang baru Civiel en Militair Komanndant ditempat di Padangsche Bovenlanden (Padang Pandjang?), di Pariaman, di Agam dan di Air Bangies. Di Pulau Chinco sendiri hanya menempatkan seorang posthouder (petugas perdagangan). Untuk wilayah Bengkulu diangkat seorang Asisten Residen. Dalam struktur pemerintahan yang baru ini pemimpin lokal diangkat dan disertakan di Bengukulu yakni Radja Daim Mabelah (hoofd regent di Bengkulu), Pangeran Linggang (regent Soengia Lammoe) dan Pangeran Radja Chalippa (regent Soengia Itam),Regent semacam Bupati .
.
Pada tahun 1830, selain di Bengkulu, juga diangkat dan disertakan regent yakni Toeankoe Soetan Mansoer Alam Shah di Padang (hoofd regent), Soetan Alam Bagagar Shah (regent van Pagar Roejoeng). Ini mengindikasikan bahwa di wilayah masing-masing terdapat regent yakni Padangsche Benelanden dan Padangsch Bovenlandan. Dua regent inilah yang di satu sisi akan memerintah bagi penduduk pribumi dan di sisi lain untuk melayani pemerintah (dalam hal ini Residen).
Pada tahun 1830 ini juga wilayah pemerintahan sumatera weskuts diperluas ke utara dengan menempatkan masing-masing seorang posthouder di Natal, di Tapanoeli (Sibolga) dan di Poelo Batoe serta seorang Civiel Commandant di Aijer Bangies.
.
Pada tahun 1831 terjadi perubahan status Residen yang dalam beberapa tahun terakhir ini dipegang orang sipil diganti dengan seorang militer. Nama jabatan Residen berubah menjadi Residen en Militair Kommandant. Residen Militer yang ditunjuk adalah Luitenent Kolonel Mr CPJ Elout. Jabatan ini seakan kembali ke awal ketika pertama kali residen Sumatra’s Wetskust diangkkat pada tahun 1824 yakni Luitenant Kolonel AT Raаff.
Perubahan struktur pemerintahan yang bersifat militer penempatan seorang Civiel Kommandant di utara kota Padang yakni di Pariaman dan di selatan kota Padang seorang post houder di Poelo Chinko dan pengangkatan seorang regent di Indrapoera (Soetan Achmad Shah).
.
Pada tahun 1832 perubahan terus terjadi. Nama jabatan Residen dari Residen en Militair Kommandant menjadi Komamandant der Troepen en Resident dan pengangkatan seorang ajudant dengan pengkat Letnan. Demikian juga di Pariaman dari Civiel Kommandant menjadi Civiel en Militair Kommandant. Perubahan juga terjadi yakni mengganti jabatan hoofd regent (Toeankoe Soetan Mansoer Alam Shah) menjadi jabatan Toeankoe Panglima (Mara Indra) ditambah dengan jabatan Toeankoe Bandahara (Soetan Iskandar).
.
Di wilayah utara bahkan terjadi reposisi : di Natal yang sebelumnya hanya menempatkan seorang post houder ditempati oleh seorang Civiel en Militair Kommandant berpangkat 1ste Luitenant dan di Air Bangies sendiri dari Civeel Kommandant diubah menjadi Civiel en Militair Kommandant.
.
pada tahun 1836 wilayah-wilayah yang terpisah-pisah di utara (noordelijke afdeeling) disatukan menjadi satu sistem pemerintahan dengan menempatkan seorang Asisten Residen di Natal (JA Moser).
.
Pada tahun 1837, status Resident Sumatra’s Westkust ditingkatkan menjadi Province.wilayah pemerintah semakin diperluas ke utara dengan menempatkan pejabat civiel en militair di Mandailing dan di Rao. Ini berarti Residen sebelumnya yang berpangkat Luitenant Kolonel (Elout) digantikan oleh seorang gubernur dengan pangkat Kolonel yakni AV Michiels. 
.
pada tahun 1840 afdeeling-fadeeling yang berada di utara (Noordelijke Afdeeling) direstrukturisasi dengan meniadakan Asisten Residen di Natal dan membentuk satu residentie yang baru yakni Residentie Air Bangies dengan ibukota di Air Bangies (menggantikan Natal).
Resident yang berkedudukan di Air Bangies dibantu oleh dua orang Asisten Residen di afdeeling Mandailing en Angkola yang beribukota di Panjaboengan dan di afdeelin Rao yang berkedudukan di Rao. Di Natal sendiri, yang sebelumnya asisten berkedudukan hanya menempatkan seorang controleur. Pada fase ini wilayah pemerintah diperluas lagi ke utara dengan menempatkan seorang pejabat sipil di Baros. Sementara di Tapanoeli tetap menempatkan seorang posthouder.
Dengan demikian Province Sumatra’s Westkust terdiri dari tiga residentie. Hanya saja dalam hal ini Residentie Bencoelen dipisahkan (pada nanti nya menjadi bagian dari Zuid Sumatra) dan sebagai gantinya adalah Residentie Air Bangies.Tiga residentie yang berada di dalam satu province Sumatra’s Westkust terdiri dari Residentie Padangsche Benelanden (di Padang). Residentie Padangsche Bovenlanden (di Fort de Kock) dan Residentie Air Bangier di Air Bangies.
.
Pada tahun 1841 di Province Sumatra’s Westkust dua institusi baru dibentuk untuk mendampingi institusi pemerintahan yang selama ini (Governoer, Resident, Asisten Residen dan Controleur).Meski ada tiga residentie tetapi jumlah Residen hanya ada dua yakni di Residentie Padangsche Bovenlanden dan di Residentie Air Bangier. Di Residentie Padangsche Benelanden yang juga berkedudukan di Padang hanya setingkat asisten residen namun dibantu oleh seorang pemimpin lokal yang disebut hoofd regent (yang dipegang oleh Soetan Iskandar). Institusi baru tersebut adalah Raad van Justitie dan Wees en Boedelkamer.
.
Pada tahun 1842 dibentuk lagi satu residentie yakni Residentie Bataklanden yang terdiri dari dua afdeeling : Tapanoeli dan Pertibie. Meski sebuah residentie tetapi secara definitive belum ada Resident, tetapi dirangkap oleh Residen Air Bangies. Di Tapanoeli ditempatkan seorang asisten residen yang berkedudukan di Sibolga yang dibantu dua controleur yakni di Baros dan di Singkel. Sementara di Nias yang berkedudukan di Goenoeng Sitoli ditempatkan seorang posthouder. Sedangkan di afdeeling Pertibie ditempatkan seorang pejabat dengan wilayah kerja Padang Lawas, Tamboesai, Panel dan Bila yang mana di di Bila ditempatkan seorang Controleur. Bersamaan dengan pembentukan residentie Bataklanden ini, di afdeeling Mandailing en Angkola diangkat dua controleur yakni di Angkola dan di Pakantan.
.
Pada tahun 1844 nama Residentie Bataklanden diubah menjadi Residentie Tapanoeli. Sementara afdeeling Pertibie dilikuidasi.Nama Bataklanden dipersiapkan sebagai nama afdeeling baru yakni yang meliputi Silindoeng en Toba.
.
Pada tahun 1845 terjadi lagi restrukturisasi pemerintahan di Province Sumatra’s Westkust. Afdeeling Mandailing en Angkola dipisahkan dari Residentie Air Bangis dan kemudian dimasukkan ke Residentie Tapanoeli. Sedangkan afdeeling Rao dimasukkan ke Residentie Padangsche Bovenlanden. Akibatnya Residentie Air Bangies dilikuidasi dan dimasukkan ke Residentie Padangsche Benelanden dengan hanya menempatkan asisten residen di Air Bangies.
Setelah Residentie Tapenoeli diperkuat dengan masuknya afdeeling Mandailing en Ankola, maka status asisten residen ditingkatkan menjadi Residen yang berkedudukan di Sibolga. Residen yang diangkat adalah Alexander van der Harta, sedangkan asisten residen sebelumnya (Galle) diposisikan sebagai sekretaris Resident. Di afdeeling Mandailing en Ankola sendiri tetap dijabat oleh seorang asisten Residen (tetap dijabat TJ Willer).
Jabatan Gubernur sendiri pada tahun 1845 masih tetap dijabat oleh AV Michiels. Ini berarti AV Michiels yang merupakan gubernur pertama Province Sumatra’s Westkust yang dimulai sejak 1837 telah menjabat selama delapan tahun. Sementara Residen Padangsch Bovenlanden yaitu Steinmeez yang berkedudukan di Fort de Kock tetap dibantu oleh dua asisten residen (di afdeeling Tanah Datar dan di afdeeling Agam) ditambah satu asisten residen baru di afdeeling Lima Poeloeh Kota.
Yang menarik adalah Residen pertama Tapanoel yang baru difungsikan pada tahun 1845, pejabat yang diangkat tersebut adalah Alexander van der Hart, seorang mantan ‘anak kesayangan’ Kolonel AV Michiel dalam Perang Bondjol tahun 1837. Saat itu pangkat van der Hart masih Kapten.
.
Pada tahun 1846 hanya sedikit perubahan struktur pemerintahan di Sumatra’s Westkust. Afdeeling Natal yang sebelumnya masih berada di Residentie Air Bangies, dan karena dilikuidasi, lalu afdeeling Air Bangies dan afdeeling Natal dimasukkan ke Residentie Padangsche Benelanden, kemudian Natal dipisahkan dan dimasukkan ke Residentie Tapanoeli. Pada tahun 1846 ini pangkat militer Residen Alexander van der Hart dinaikkan setingkat menjadi Luitenan Kolonel (sehubungan dengan dirinya memimpin ekspedisi ke Nias). Sementara pangkat militer AV Michiels yang juga telah dinaikkan sebagai Majoor Generaal kini nyaris disusul oleh anak buah kesayangannya yakni Alexander van der Hart yang sudah berpangkat Luitenan Kolonel. Oleh karena itu, di Provinsi Sumatra’s Westkust ‘ayah-anak’ inilah yang memiliki pangkat militer tertinggi di dalam pemerintahan.
.
pada tahun 1848, Luitenant Kolonel A. van der Hart, dengan keputusan Gubernur Jenderal, ditugaskan menjadi Residen untuk sementara waktu di Padangsche Bovenlanden, dan juga bertanggung jawab atas komando militer di afdeeling itu. 
Masih pada tahun 1848, Alexander van der Hart merekomendasikan bawahan kesayangannya AP Godon yang menjabat Controleur di Singkel untuk diangkat menjadi Asisten Residen di afdeeling Mandailing dan Angkola padahal pangkat AP Godon masih controleur kelas-3.AP Godon belum lama bertugas sebagai controleur di Singkel sudah dimutasi oleh Alexander van der Hart ke afdeeling Mandailing en Angkola, tidak sebagai controleur tetapi memegang jabatan Asisten Residen. AP Godon sebelum menjadi controleur di Singkel adalah controleur yang cukup sukses di Bondjol (dari tahun 1845 hingga 1848).
.
Sejak 1846 struktur pemerintahan di Province Sumatra’s Westkust yang beribukota Padang tidak berubah lagi untuk hingga waktu yang lama.
pada masa ini wilayah Kampar,wilayah Rokan kecuali Tambusai,wilayah kuantan Indragiri masih belum terkuasai oleh penjajah belanda.
.
J. W. IJzerman,Dwars door Sumatra. Tocht van Padang naar Siak onder leiding van den hoofd-ingenieurder staats-spoorwegen J. W. IJzerman(Haarlem: F. Bohn, 1895), p. 149, ‘No European penetrated these regions because: orang V kota lawan Companie’( J.W. IJzerman,Dwars door Sumatra. Tocht van Padang naar Siak onder leiding van den hoofd-ingenieurder staats-spoorwegen J.W. Ijzerman.Haarlem: F. Bohn, 1895, 149: “Tak ada orang Eropa pernah melintasi kawasan ini karena: “orang V kota lawan Companie”. )

Cerita Inspiratif Sebongkah Emas dengan Sebongkah Tanah


*Inspirasi ...*

Sebongkah emas bertemu dengan sebongkah tanah.
● _Emas berkata pada tanah, “Coba lihat dirimu, suram dan lemah, apakah engkau memiliki cahaya mengkilat seperti aku.......?_
_Apakah engkau berharga seperti aku....... ?”_

● _Tanah menggelengkan kepala dan menjawab, “Aku bisa menumbuhkan bunga dan buah, bisa menumbuhkan rumput dan pohon, bisa menumbuhkan tanaman dan banyak yang lain, apakah kamu bisa....... ?”_

*Emas pun terdiam seribu bahasa......*
Dalam hidup ini banyak orang yang seperti emas, berharga, menyilaukan tetapi tidak bermanfaat bagi sesama.

Sukses dalam karir, banyak harta kekayaan, rupawan dalam paras, tapi sukar membantu apalagi peduli.

Tapi ada juga yang seperti tanah. Posisi biasa saja, bersahaja namun ringan tangan siap membantu kapanpun.

*_Makna dari kehidupan bukan terletak pada seberapa bernilainya diri kita, tetapi seberapa besar bermanfaatnya kita bagi orang lain._*

*_Jika keberadaan kita dapat menjadi berkah bagi banyak orang, barulah kita benar- benar bernilai._*

Apalah gunanya kesuksesan bila itu tidak membawa manfaat bagi orang lain disekitar kita.

Apalah arti kemakmuran bila tidak berbagi pada yang membutuhkan.
Apalah arti kepintaran bila tidak memberi inspirasi di sekeliling kita.
Karena hidup adalah proses, ada saatnya kita memberi dan ada saatnya kita menerima.

*Selalu rendah hati tetap SEMANGAT dan memberi inspirasi* 

Bila Usia Senja Memanggil MU

Kalau anak² sudah berkeluarga dan meninggalkan kita , *giliran kita untuk kembali memikirkan diri kita sendiri.*


🎅👳
1. *Bila kita tua* ...
Lebih dekatkan diri kepada Tuhan dan Luangkan waktu bersama pasangan kita karena salah seorang dari kita akan pergi lebih dahulu dan yang masih hidup hanya mampu menyimpan kenangan yang indah.


👳🎅
2. *Bila kita tua* ... 
Akan tiba masanya mau berjalan ke pintu saja susah, selagi masih berkemampuan, jalan²lah ke beberapa tempat untuk mengingatkan kita tentang kebesaran Allah, untuk mengagumi keindahan ciptaan NYA.


🎅👳🙌
3. *Bila kita tua* ... 
Jangan susahkan diri *memikirkan anak² secara berlebihan*. Mereka akan mampu berusaha sendiri.


🎅👳
4. *Bila kita tua* ... 
Adakan pertemuan pertemuan dengan keluarga besar jangan hanya pada saat ada yang sakit atau meninggal baru berkumpul dan Luangkan waktu bersama rekan² lama karena peluang untuk bersama itu akan berkurang dari waktu ke waktu.


🎅👴
5. *Bila kita tua* ... 
Terimalah penyakit apa adanya karena semua sama, kaya atau miskin akan melalui proses yang sama, yaitu : lahir bayi, kanak², dewasa, tua, sakit dan mati.

🎅👴
6. *Bila kita tua* ... 
Bersabarlah ! banyak bertafakkur karna hidup dunia sementara. Persiapkan semua sumber ladang kebajikan amal yang akan menjadi penolong dikala menghadap ilahi rabbi.

🎅👴
7. *Bila kita tua* ... 
Jangan bersedih hati apabila hidup bersendirian diusia senja. Karna itu cara tuhan agar bisa lebih mendekatkan diri kepada NYA.

🎅👴
8. *Bila kita tua* ... 
Lakukan strategi terbaik dan terakhir terhadap anak-anak dan cucu, agar pasca kita tiada semua berjalan lancar, rukun, damai dan sentosa.

By : Yun Subali dan Pitopangsan

Saturday, 16 September 2017

Sejarah dan Filosofi Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang


Menurut sejarah awal berdirinya, awalnya memang pondok ini belum diberi nama Daarun Nahdhah Thawalib, melainkan dengan nama daarul mualimin yang dipimpin oleh Syaikh H. Abdul Malik pada tahun 1923. Tetapi karena agresi militer Jepang yang masuk wilayah Bangkinang dan sekitarnya pada Maret 1942 membuat kegiatan Daarul Mualimin berhenti total. Ustadz dan santri-santrinya terpencar-pencar akibat pertempuran yang mau tidak mau harus dihadapi.

         Setelah enam tahun dari agresi militer jepang tersebut, KH Muhammad Nurmahyuddin salah seorang murid Syaikh Abdul malik besama tokoh masyarakat muara uwai memusyawarahkan untuk mendirikan pondok pesantren di daerah itu. Alhasil, tepatnya tanggal 18 Agusutus 1948 disepakati nama pondok pesantren yang dimaksud dengan nama Pondok Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang معهد  دار  النهضة  طوالب  بانجكينانجyang disingkat dengan PPDNTB.

      Jadi, apa arti dan nilai filosofi dari nama Daarun Nahdhah Thawalib tersebut? Masih banyak orang yang bertanya-tanya apa maksud dari nama pondok tertua di Riau ini. Bahkan ketika alumni pondok ini ditanya masih banyak yang mengatakan tidak tahu. 

         Ma’had Daarun Nahdhah Thawalib معهد  دار  النهضة  طوالب   terdiri 4 suku kata Arab, yakni ma’had, Daar, An-nadhah, dan thawalib.

    Yang pertama kata Ma’had معهد, Ma’had berasal dari shighot isim makan yang berwazankan  مفعل di dalam kamus mu’jam Al-wasith, kata ma’ad menunjukkan arti tempat berlangsungnya belajar-mengajar atau kajian. Biasanya ma’had di Indonesia ini lebih masyhur dengan nama pondok pesantren, yaitu tempat belajar-mengajar dan kajian secara khusus kajian islam. Jadi, tidak semua sekolah dinamakan pesantren. Karena pesantren lebih dikhususkan untuk kajian-kajian yang bernafaskan islam saja.

Yang kedua, Daar دارdi dalam kamus mu’jam ar roid menyebutkan bahwa daar memiliki arti berkeliling di sekitarnya. Maksudnya adalah daar itu sebagai tempat seluruh kegiatan orang-orang yang ada di dalamnya,bisa dartikan juga dengan tempat tinggal. Sama dengan kata  منزل مسكن, بيت.Dengan begini, pondok pesantren ini dituntut untuk mengontrol dan mengatur segala kegiatan yang bersangkutan dengan santri-santrinya.

Yang ketiga,  An-nahdhah النهضةberasal dari shighot mashdar dari kata نهض yang berasal dari wazan فعلة yang artinya kebangkitan .Di dalam mu’jam al wasith juga disebutkan bahwa An-nahdhah artinya adalah kebangkitan, kekuatan dan kemajuan. Maka banyak ormas yang memakai kata Nahdhah seperti Nahdhothul ulama (NU) yang artinya kebangkitan ulama’, atau Nahdhothul wathan yang artinya kebangkitan nasional, dan yang lainnya. Jadi, dengan memakai kata anNadhah, pondok pesantren ini dituntut untuk membangkitkan masyarakat dalam bidang pendidikan islam. Tetapi jangan salah sangka, meskipun kata Annahdhah di pesantren ini juga dipakai oleh nahdhatul ulama’ (NU), bukan berarti pondok ini milik ormas NU itu. Karena pondok ini tidak berkaitan dengan ormas manapun, seperti NU, Muhammadiyah, ataupun yang lainnya.

Yang keempat,Thawalib طوالب adalah jama’ dari طالب yang artinya murid-murid. Perlu diketahui bahwa kata طالب memiliki beberapa bentuk jama’ yaitu طلاب, طلبة ,طوالب meskipun kata طوالب ini jarang sekali digunakan. Jadi memang pondok pesantren ini mengajari santri-santri, bukan guru-guru. Banyak orang mengira kalau pondok pesantren ini adalah cabang dari pondok thawalib yang di Padang Panjang Sumatera Barat, tapi itu tidak benar, walaupun namanya sama-sama menisbatkan dengan kata thawalib.

Yang terakhir sebagai tambahan, Bangkinang. Bangkinang adalah ibukota kabupaten Kampar. Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Pekanbaru sebagai ibukota provinsi Riau.
Jadi secara keseluruhan, ma’had Daarun Nadhah Thawalib bangkinang artinya adalah tempat belajar ilmu islam rumah kebangkitan dari kalangan santri-santri yang terletak di Bangkinang. Lebih singkatnya Ma’had Daarun Nahdhah Thawalib artinya adalah Rumah Kebangkitan Umat islam. Lalu,apa nilai filosofi yang bisa diambil dari nama yang brilian ini ? 

Nama bukanlah hanya sebuah nama. Tentu setiap nama memilki nilai filosofi dan tujuannya masing-masing sesuai dengan nama tersebut. Menurut saya, sang pendiri pondok Almarhum Abuya KH Muhammad Nurmahyuddin sudah memikirkan kedepan dari pondok pesantren ini berikut sesuai dengan namanya juga. Beliau juga memikirkan, membayangkan, dan mengharapkan bahwa pondok pesantren ini akan menjadi markaz kebangkitan umat islam di Indonesia, khususnya Provinsi Riau, terutama di Kabupaten Kampar. Beliau juga pasti mengharapkan alumni-alumni pondok pesantren ini akan mengabdi kepada tanah air sesuai dengan bidangnya masing-masing tentunya sesuai dengan sandaran Al-Qur’an dan Sunnah.

Friday, 15 September 2017

Panel Surya seharga 120 Juta berkapasitas 6000 watt


Jakarta - Pada 13 September 2017 lalu di tengah-tengah acara jamuan makan malam dalam rangka Indo EBTKE Connex dan Bali Clean Energy Forum 2017, telah dilaksanakan Deklarasi Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap Menuju Gigawatt Fotovoltaik di Indonesia. 

Deklarasi ini didukung berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, melalui berbagai asosiasi masyarakat dan perusahaan. Dalam acara itu ada Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Dirjen ILMATE Kementerian Perindustrian, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan berbagai asosiasi.

Salah satu asosiasi yang ikut menandatangani deklarasi tersebut adalah Perkumpulan Pengguna Listrik Surya Atap (PPLSA). PPLSA dibentuk dengan harapan bisa berkontribusi pada pembangunan negara, dalam hal ini penyediaan listrik.

Dalam perkumpulan yang berdiri sejak Oktober 2015 ini ada eks Dirut PLN Nur Pamudji, eks Gubernur OPEC Widhyawan Prawiraatmadja, eks Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Rida Mulyana, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy N Sommeng, dan sebagainya. Mereka semua ini telah memasang panel surya di atap rumahnya, untuk mengampanyekan energi alternatif untuk listrik.

"Kami ramai-ramai pasang solar panel di atap rumah. Saya sendiri sudah pasang sejak Agustus 2014," kata Ketua PPLSA, Bambang Sumaryo, saat dihubungi detikFinance, Jumat (15/9/2017). 

Bambang mengisahkan, 3 tahun lalu dirinya merogoh kocek Rp 120 juta untuk memasang panel surya dengan kapasitas 6 kilowatt peak (kWp) alias 6.000 Watt peak (Wp) di atap rumah. 

"Waktu itu mahal, biaya pemasangannya Rp 20 juta per kWp atau Rp 20.000 per Wp. Tapi sekarang biayanya makin murah, cost sekarang hanya Rp 15 juta per kWp," ujarnya. 

Listrik sebesar 6 kWp itu bisa menghidupkan seluruh alat elektronik di rumahnya selama 8 jam sejak 08.00 WIB sampai 16.00 WIB. Saat matahari terbenam, barulah rumahnya kembali menggunakan listrik PLN. "Jadi dari siang sampai sore enggak pakai listrik PLN," tukasnya.

Sekarang PPLSA sudah punya anggota sekitar 60 orang. Bukan hanya untuk rumah saja, ada juga anggota yang memasang panel surya di atap untuk memenuhi kebutuhan listrik tempat usaha. "Macam-macam, ada yang untuk kafe, kantor, dan lain-lain," ucap Bambang.

Pihaknya berharap, semakin banyak yang memasang panel surya di atap. Semakin banyak yang memasang solar panel membuat ketahanan energi makin kuat. Apalagi sekarang harga sel dan modul surya juga semakin murah, harga listrik dari surya sudah sangat kompetitif dibandingkan dengan harga listrik dari pembangkit listrik lainnya. 

Harga modul surya saat ini telah berada di bawah US$ 1/Wp dan cenderung akan menurun terus hingga berada di kisaran US$ 0,5/Wp. Ini menjadikan harga sistem berada di sekitar US$ 1.500/ kWp dan biaya pokok produksi Pembangkit Listrik Tenaga Surya berada di kisaran US$ 0,04/ kWh.(mca/wdl)

Sumber : Detik.com

Konflik Konspirasi Tanah Rakhine, Etnis Rohingya

Jadi, begini sejarahnya.

1. Pemerintah china menginginkan kerjasama dengan pemerintah Myanmar dibidang gas bawah laut di Kyaukpyu, Rakhine state, Myanmar.


2. Kerjasama pun disetujui oleh pihak pemerintah Myanmar, dan beroperasilah proyek2 pembangunan jalur dual pipa gas bawah laut dilepas pantai barat, Myanmar.


3. Ternyata tanpa diduga, proyek jalur pipa shwe gas bawah laut tersebut, membawa efek merugikan bagi warga lokal (pribumi) buddha di sekitaran pantai rakhine, Myanmar.


4. Nah, warga lokal (pribumi) buddha Rakhine tersebut kebanyakan bermata pencaharian sebagai NELAYAN LAUT. Akibat proyek jalur pipa Gas bawah laut itu maka, aktifitas melaut mereka menjadi terganggu bahkan menjadi susah sampai terpaksa menganggur menjadi nelayan.


5. Alih-alih efek negatif dari proyek tersebut membuat warga nelayan rakhine buddha menjadi skeptis dan berang kepada pemerintahan Myanmar, Aung San Suu Kyi.


6. Nah, berangnya warga nelayan rakhine buddha tadilah menimbulkan kenekatan menyerang pos kepolisian Rakhine. Tujuan mereka adalah tindakan penentangan terhadap kebijakan Aung San Suu Kyi melakukan proyek pipa gas bawah laut rakhine, Myanmar.


7. Operasi Militer pun dilaksanakan oleh Aung San Suu Kyi selaku pemimpin Myanmar. (ya sama kek Operasi Militer di aceh GAM dulu dah). Aksi penyerangan dan penyisiran junta militer myanmar pun berhasil dinegara bagian Rakhine tersebut. Ali-alih ingin menyisir kelompok extrimis nelayan pribumi buddha rakhine ternyata dilapangan etnis rohingya yang terimbas menjadi target sasaran junta militer myanmar.


8. Lantas pertanyaannya sekarang, kenapa junta militer menggunakan tenaga bikshu WIRATHU ? jawabannya adalah, bikshu WIRATHU merupakan orang yg mampu untuk meredam kemarahan nelayan pribumi buddha di rakhine tersebut.


9. Aung San Suu Kyi mengadopsi Politik mengalihkan isu central proyek pipa gas tadi yang notabene sumber masalah terciptanya tragedi pembunuhan di rakhine.


10. China inginkan jalur pipa gas rakhine harus tetap aman, sementara disisi lain nama baik Aung San Suu Kyi sedang diragukan oleh para nelayan pribumi buddha Rakhine, Myanmar. TAPI, IRONISNYA KORBANNYA ADALAH ETNIS MUSLIM ROHINGYA. Inilah politik Aung San Suu Kyi yang merupakan peraih nobel dunia itu !!!


By. Pitopangsan

Ternyata Bani Israel Dan Bani Arab bersaudara


Keturunan nabi Ibrahim (Abraham) ada 13 orang dari 4 istri, yang diketahui hanya 2 istri saja, 2 lagi diambil sejarahnya dari kitab Torah (kisah israeliyat), meskipun israeliyat tetap nasab ke 2 isteri nabi ibrahim punya time line yang tepat buat keturunannya. Berikut 2 istri nabi ibrahim yang selama ini kita kenal


1. Siti Sarah
Seorang perempuan dari tanah hebron, dimana pasca ibrahim hijrah dari tanah mesopotamia iraq kuno, babilonia maka beiiau singgah di negeri HEBRON. Disinilah nabiyullah menikah dengan sosok siti sarah yang selanjutnya akan melahirkan anak laki-laki yang bernama ISHAQ.

2. Siti Hajar,
Seorang perempuan bangsawan raja mesir, berdarah biru. Tepatnya anak dari raja HEXOSS mesir, jauh sebelum raja FIRAUN wujud. Dari siti hajar, akan melahirkan seorang putra bernama ISMAIL.
Jadi, dari 2 isteri nabiyullah tersebut, Ismail adalah anak tertua sedangkan Ishaq adalah adik dari ISMAIL.


Selanjutnya, pasca Ibrahim wafat atau mangkat sakit. Keturunan anak dari siti hajar yaitu Ishaq akan melahirkan Ya'qub sosok bapak israel. Dari ke 4 isteri Ya'qub melahirkan anak sebanyak 12 orang, dari 12 orang ini yang terkenal adalah YUSUF, sempat menjadi bendahara kota mesir dimasa sebelum FIraun berkuasa. Nah, ke 12 puak tadi inilah yang sekarang kita kenal dengan sebutan "BANI ISRAEL".

1. Ruben,
2. Simeon,
3. Lewi,
4. Yehuda, 
5. Isakhar, 
6. Zebulon
7. YUSUF
8. Benyamin
9. Dan 
10.Naftall
11.Gad
12.Asyer.

Itulah 12 puak bani israel. Yang kedepan dari keturunan Yehuda saat ini kita panggil dengan nama YAHUDI.


Dari sisi siti hajar melahirkan nabi Ismail, karna insiden kecemburuan istri pertama nabiyullah ibrahim maka, siti hajar selaku isteri kedua mendapat perintah dari tuhan untuk tinggal di tanah mekkah, disanalah ismail dan ibundanya menetap. Sampai suatu masa dewasa sosok Ismail menikah dengan seorang perempuan dari suku jurhum. Keturunan dari anak dan cucu dari nabi ismail inilah sekarang wujud bangsa arab atau puak-puak suku arab. Pada akhirnya melahirkan sosok nabi akhir zaman yaitu rasulullah Muhammad saw.
Jadi, kalau diamati ternyata antara keturunan ISMAIL dan ISHAQ ini adalah satu pertalian darah yang mengikat kepada darah kakek mereka yaitu IBRAHIM (ABRAHAM).


Namun, meskipun begitu puak-puak dari 12 bani israel tersebut pasca keturunan Yehuda bangsa Israel, karna saling berperang, tidak akur, tidak damai, saling membunuh diantara mereka maka, kemuliaan bangsa israel inipun dicabut oleh Tuhan. Buktinya adalah 2 kerajaan bani israel, kerajaan Yerussalem dan Yehuda dihancurkan. Itu pertanda bahwa Allah murka kepada mereka. 


Pada masa musa, mereka melakukan pembangkangan dan ritual menyembah lembu emas. Pada masa Daud, mereka mulai bangkit dari keterpurukan. Pada masa Sulaiman, mereka mulai berjaya. Kemudian pada masa ISA, mereka kembali menjadi hina. Bangsa RUM dan pendeta-pendeta Yahudi melakukan konspirasi melenyapkan isa, akibat rencana busuk inilah maka, muncul sosok SAULUS yang merupakan ahli ilmu dari YUNANI. Semua strategi licik dari SAULUS lah maka, terciptalah ide ingin membunuh ISA. Saulus yang sekarang kita kenal bernama PAULUS alias PAUS PAULUS.


Ditulis oleh : Pitopangsan (NF)


Kertanegara Memotong telinga Utusan Mongol (Perang Majapahit vs Mongol)

Pada tahun 1289 Khan Mongol di China, Kublai Khan, mengirim utusan ke Singhasari di Jawa untuk mengirim upeti dan tunduk pada kekuasaan Kekaisaran Mongol-China (dinasti Yuan). Dimana kerajaan-kerajan lain di Asia Tenggara tunduk, Singhasari menolak tunduk dan membuat dengan sadis memotong telinga dari utusan Mongol-China. Sebelumnya Singhasari telah mengirim ekspedisi Pamalayu pada 1275 untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan di Sumatra dan Malaya agar tunduk kepada Singhasari menghadapi dominasi Mongol-China. Namun pengiriman ekspedisi tersebut memperlemah Singhasari sehingga terjadi pemberontakan di Jawa dimpimpin Jayakatwang dari Kediri dan Raja Singhasari, Kertanegara terbunuh. Pada 1293, Kublai Khan mengirim ekspedisi untuk menghukum Singhasari dan menjadikan jawa sebagai bawahan Mongol-China (Yuan).


Singhasari sendiri telah diambil alih oleh pemberontak Jayakatwang. Pasukan Mongol-China bersama Menantu Kertanegara, Raden Wijaya dari Majapahit, bersama-sama menggempur Singhasari yang telah dikuasai Jayakatwang. Jayakatwang berhasil digulingkan. Namun Raden Wijaya juga enggan Jawa menjadi bawahan dari Mongol-China. Namun menghadapi langsung tentara Mongol yang kuat dapat berakibat kekalahan. Oleh sebab itu Raden Wijaya bersiasat, setelah kemenangan Mongol atas Singhasari, Pasukan Raden Wijaya menyerang secara tiba-tiba markas mereka di Ujunggaluh (surabaya). Serangan tiba-tiba pasukan Majapahit tersebut membuat tentara Mongol terkejut dan mengadakan perlawanan seadanya. Mayoritas pasukan Mongol dapat dihabisi oleh pasukan Majapahit, sisanya melarikan diri ke Tuban dimana kapal-kapal dari Admiral Yikomusu berlabuh. Kemenangan Pasukan Majapahit membuat jera Mongol-China untuk mengirimkan ekspedisi lainnya. Kemenangan ini juga membuat kerajaaan Majapahit yang baru lahir tumbuh merdeka dari kekuasaan asing, dimana kerajaan-kerajaan lain di Asia tenggara (Vietnam, Champa dan Burma) tunduk kepada Mongol-China pada abad ke 13.


Ditulis oleh : Pitopangsan (NF)