Tuesday, 26 September 2017

MENCINTAI DAN MEMBENCI KARENA ALLAH


Judul Artikel : " Mencintai dan Membenci karena Allah."
Penulis artikel : Noveri Fehrizal (aka pitopangsan)

Jelek, ganteng, cantik, tampan, kuat, lemah, kaya, hebat bahkan cacat sekalipun dalam diri seseorang itu merupakan takaran penilaian terhadap seseorang berlandaskan subjektif. Dalam islam tak mempermasalahkan fisik dan status sosial seseorang. Yang dititik beratkan dalam islam adalah Akhlak dan Ketaqwaannya. Urusan dunia yang bersifat zahir (tampak secara fisik) tak begitu menjadi concern dalam syariat islam, tapi lebih jauh lagi Urusan dunia yang bersifat bathin (tersembunyi/ibadah diam/ibadah hati) sangat berperan dalam pembentukan keimanan yang kuat bagi seseorang muslim.
Muslim dan muslimah yang baik secara karakter (Akhlak) itu lebih dicintai Allah ketimbang wanita cantik, putih bahkan kaya secara fisik dan status sosialnya. Urusan dunia sebatas zahir tak akan mendapat nilai lebih disisi Allah, namun urusan dunia dilandaskan perkara bathin/karakter/hati/Akhlak sangat diridhoi oleh Allah dan hal ini termasuk bernilai ibadah disisi Allah. Mencintai seseorang karna kekayaannya, karna kecantikannya, karna ketampanannya, karna jabatannya, karna kekuasaannya, karna kekuatannya, karna kehebatannya itu hanya sebatas cinta semu keduniawian (cinta karna kepentingan, tidak murni tak berorientasi akhirat). Kriteria cinta ini tak mampu membawa manfaat ibadah terhadap diri seseorang. Sedangkan mencintai seseorang karna Akhlaknya seperti ; kesabarannya, kesalehannya, adabnya, sopan santunnya, kejujurannya, Amanahnya, Tablighnya, keimanannya, ibadahnya dan lain-lain merupakan kecintaan yang diridhoi oleh Allah. Pun juga termasuk contoh didalamnya mencintai ulama, mencintai orang-orang yang saleh, mencintai kedua orangtua kita, mencintai rasulullah adalah masuk ranah mencintai karna Allah.
Begitupula halnya dengan membenci seseorang, Allah telah ciptakan manusia sebaik-baik ciptaan dan bentuk. Seseorang yang membenci karna faktor fisik seperti ; Buruk rupanya, lemah fisiknya, cacat anggota tubuhnya, dan miskin status sosialnya itu sama artinya dengan menghina hasil ciptaan yang dibuat oleh Allah. Dalam islam, fisik bukan merupakan takaran kesempurnaan seseorang dimata Allah. Buruk rupanya jika karakternya jujur, lemah fisiknya jika mentalnya sangat penyabar, Miskin status sosialnya jika ketaatannya kepada Allah melebihi taat kepada mahluk maka, itu sangat disyariatkan dalam islam.
Lantas bagaimana membenci seseorang karna Allah ? Benci karna akhlak nya yang sangat buruk. Benci karna ketaatannya kepada Allah yang sangat lemah. Benci karna ibadahnya kepada Allah yang tak wujud. Benci karna keingkarannya yang disengaja, kemaksiatannya yang dilalaikan, pembangkangannya yang nyata terhadap perintah-perintah Allah itu lah wujudnya membenci karna Allah.
Terimakasih, semoga bermanfaat.

Sejarah Rona Kobun Bungo Menjadi Negeri Kuok


Pada berabad-abad yang lalu negeri Kuok sekarang belum bernama Kuok. Zaman dulu namanya Rona Kobun Bungo. Sebagian besar daratan rendah dan lembah-lembah yang timbul sekarang, dulu masih digenangi air.Yang timbul pada umumnya bukit-bukit. Di sekitar tempat ini banyak bukit. Seperti Bukit Tagaro, Bukit Lindungbulan, Bukit Kincung, Bukit Suligi, Bukit Sago, Bukit Koto Semiri.

Begitupun Sungai Kampar sekarang, dulunya disebut Sungai Embun. Sungai Embun tersebut masih kecil. Di tebing kiri-kanan pinggiran sungai itu ditumbuhi pohon-pohon kayu dan semak belukar yang daunnya merunduk ke dalam sungai tersebut.

Tapi, lama-kelamaan sejak penduduk pinggiran sungai itu menebangi kayu untuk perumahan dan ladang serta kebun, maka tanah banyak longsor dan air cepat mengalir ke Sungai Embun itu. Akibatnya tebing sungai itu banyak runtuh, sehingga sungai itu menjadi lebar. Puluhan tahun kemudian sungai Embun itu semakin besar dan namanya pun bertukar dengan Kampar, jadilah Sungai Kampar.

Waktu terus berjalan, tahun berganti tahun, suasana terus berubah. Penduduk Rona Kobun Bungo semakin banyak dan menempati daerah sekitarnya. Dari kehidupan masyarakat yang turun-temurun, setelah mengalami berbagai peristiwa, maka secara berangsur berubahlah nama Rona Kobun Bungo menjadi Negeri Kuok.

Mendengar kisah dari orang tua-tua, penulis memperoleh tiga macam perihal yang menyebabkan negeri itu bernama Kuok, yakni sebagai berikut:

1. Sebahagian orang mengatakan bahwa di daerah perairan Rona Kobun Bungo itu dulunya ada sebatang kayu yang amat besar yang terkenal mempunyai kesaktian. Kayu itu disebut orang kayu kuok.

2. Sebahagian lagi orang menceritakan bahwa zaman dahulu, tak jauh di mudik pasar Kuok sekarang ada tukang membuat kayu kuok yang dipasangkan ke tengkuk kerbau untuk membajak. Oleh karena disitulah satu-satunya tempat orang memesan alat bajak (kayu kuok) itu, maka tempat itu menjadi terkenal dengan tempat ‘Kuok’.

3. Dalam pada itu, sementara orang yang hilir-mudik di sungai Kampar pada waktu itu lain pula pendapatnya. Maklumlah sewaktu itu sungai Kampar berlaku sebagai sarana perhubungan. Barang-barang dagangan, baik barang makanan maupun hasil hutan, dan lain-lain hilir-mudik di sungai itu dengan kendaraan perahu rakit.

Konon kiranya di mudik Rantauberangin sekarang, di pangkal jembatan panjang ke seberang ada bukit yang bernama Bukit Labuhanbatu. Kabarnya dulu, di pinggiran bukit itu sering berlabuh kapal. Itu sebabnya dinamakan Bukit Labuhanbatu. Kebetulan tebing Sungai Kampar yang ada di kaki bukit itu terjal begitupun tebing yang di seberangnya beberapa panjang juga terjal.

Pada tebing yang bertimbal terjal itu luas Sungai Kampar di sana lebih sempit dan airnya lebih dalam. Lumrahnya bila perairan itu dilalui oleh sampan atau rakit yang arah ke hulu atau ke ulak, maka air berombak ke pinggir kiri dan ke pinggir kanan.

Oleh karena tebing itu terjal kedua belah pihaknya dan jaraknya lebih dekat dari sumber ombak, maka ombak tersebut lebih kuat menghantam tebing itu. Tidaklah heran, jika pada tebing itu agak lembut tanah atau batunya, maka pada tempat itu akan cepat terkuras atau runtuh.

Akibatnya tempat itu jadi berlubang, makin lama lubang itu semakin dalam. Di antara beberapa tebing yang berlubang atau berlekuk itu ada yang lebih besar lekuknya. Bila ada kendaraan yang lalu di daerah itu, maka rangkaian ombak akan menerpa tebing pinggiran sungai itu. Dan tiba tentang tebing yang berlekuk besar itu, air itu berbunyi, kuok, kuok, kuok. Demikianlah berlaku sepanjang waktu. Setiap kendaraan yang lalu di situ.

Bagi orang yang selalu hilir-mudik di tempat itu, telinganya terbiasanya dengan bunyi kuok…kuok, kuok itu. Akhirnya tempat atau perantauan sekitar tempat yang melahirkan bunyi, kuok, kuok… itu disebut orang Kuok. 

Dengan demikian daerah yang dihuni orang sekitar tempat itu yang di dalamnya Rona Kobun Bungo, maka sejak itu nama Rona Kobun Bungo pun berangsur hilang dan populerlah nama daerah tersebut dengan Negeri Kuok hingga sampai sekarang ini. ***

Sumber:
[1] Buku Buluh Perindu: Kumpulan Cerita Rakyat Kampar. 
Pengarang Abdul Riva’i Taloet, BA.
Diterbitkan oleh SSE Kab. Kampar Tahun 2005.

Monday, 25 September 2017

Sejarah Kedatukan di Kampar


KAMPAR - Menurut cerita dari Datuk Talak Sakti Laksamana yang kini dipegang oleh Datuk Syafi’i bahwa di kenegerian ini, Airtiris adalah salah satu dari daerah limokoto kampar. “Masing-masing itu punya tanah ulayat, untuk kenegerian airtiris yang memegang Pucuk Adat adalah Datuk  Penghulu Besar, sedangkan yang memegang kuasa tanah ulayat adalah Datuk Talak Sakti Laksamana sudah seperti itu dari dulunya hingga sekarang," kata Datuk Laksanama Syafi’i menjelaskan kepada wahanariau.com di rumahnya Jumat (22/04/2016).

Dikatakannya bagi anak kemenakan untuk punya tanah biasanya disini dibagikan oleh penguasa tanah ulayat bagi yang ingin menguasai tanah akan dibuat surat hibah untuk  ijin pengolahan, atas dasar itulah diurus sertifikat. kalau dulu surat hibah tidak ada, cuma datuk langsung menunjuk dimana tanah itu kemudian tinggal menempati saja. “Untuk penjelasan mengenai kedatangan orang sumbar (suku minang) ke Kampar untuk lebih lengkap, coba hubungi saja Datuk Tabano," tambahnya.

Ada pendapat dari salah satu tokoh masyarakat Kampar yaitu Hulubalang Azhar menjelaskan bahwa pada sekitar tahun 70-an dia pernah melihat bahwa ada orang sumbar (suku minang) yang datang merantau ke kampar. Saat itu orang sumbar tersebut memakai sandal kayu sebagai alas kakinya. Mereka merantau datang ke kampar, bahkan kedatangan mereka disambut baik oleh penduduk kampar, karena ada yang datang kerumah penduduk minta bantuan, minum atau makan. “Saya melihat sendiri kejadian itu, kira-kira pada tahun 70-an," kata Azhar.
Seperti yang dikatakan oleh Datuk Talak Sakti Laksamana  agar minta penjelasan pada Datuk Tabano, maka wahanariau.com menghubungi Datuk Tabano melalui telpon genggamnya.

Datuk Tabano berhasil dihubungi, dan mulai bercerita, Riau dulu masuk dalam wilayah sumbagteng (Sumatera Bagian Tengah), jauh sebelum jaman kemerdekaan semasa belum dibentuknya sumbagteng suku minang dari sumbar sudah sering datang bolak balik ke kampar, sehingga banyak yang salah kaprah menyangka Kampar bagian dari suku minang. Dan suku minang yang ada di Kampar pun diduga mulai banyak membuat istilah Datuk menurut versi mereka masing-masing. “Ini tak benar, harus diluruskan," kata H Mardiyus salah seorang tokoh masyarakat Kampar.

Menurut Datuk Tabano, Kampar itu bukan bagian dari suku minang. Kampar itu mempunyai kerajaan sendiri, yaitu  berasal dari keturunan kerajaan Asoka dari India pada abad ke-4 masehi atau tahun 400 masehi, nama ibu asoka adalah dama, asal usul suku domo di kampar.
“Ketika itu Raja Asoka ini datang ke kampar hendaknya menjemput putrinya, namun putrinya itu telah menikah dan enggan pulang. Sehingga Raja Asoka ini pun  memberi hadiah pada putrinya dengan mendirikan candi muara takus. Di Komplek Candi Muara Takus ada 4 candi yang dibangun, ada candi mahligai sebagai lambang laki-laki yang berdiri tegak dan kokoh. Dan juga ada 2 candi lambang perempuan. Itulah yg dilambangkan sebagai Ompuan,” jelasnya.
Ceritanya berlanjut, pada tahun 400 masehi itu di kampar tersebut sudah memakai sistem kedatukan. Waktu itu dikenal dengan kerajaan sriwijaya, sriwijaya artinya cahaya kemenangan, daerah-daerah kemenangan diberikan kepada datuk-datuk dikenal dengan nama andiko 44. Di dalam Satu Datuk ada 4 ( artinya 1 datuk dan 3 pembantunya). Jumlah 4 kali 44 yang berfungsi satu pucuk penghulu besar.

Nah  untuk kenegerian air tiris pemegang  pucuk adat saat ini adalah Datuk Penghulu Besar M Yunus dengan 3 pembantunya  yaitu : 1. Datuk Talak Sakti Laksamana  2. Datuk Maliki 3. Datuk Malinya (yang baca doa). Sedangkan Datuk Tabano berada diatasnya sedikit, dia adalah yang akan menghukum ninik mamak yang melenceng dari aturan.

Mengenai Perda No.12 tahun 1999 tentang tanah ulayat belum begitu  jalan, diduga penyebabnya adalah datuk-datuk yang diangkat menjadi datuk banyak yang tidak mengerti sejarah. “Penyebab lain, perhatian pemerintah juga tidak ada," kata Datuk Tabano.

Untuk lebih jelasnya lagi Datuk Tabano akan cerita lebih banyak dan minta waktu untuk berjumpa. (rdk/fer)

Dikutip dari : http://wahanariau.com/mobile/detailberita/8902/sejarah-kedatukan-di-kampar

Tuesday, 19 September 2017

3 Fase Gerakan dan Pemberontakan Komunis Indonesia



Gerakan komunis di indonesia itu terbagi dalam 3 fase :

1. Fase Syarekat ISLAM (SI) (Tan malaka, Semaun)
2. Fase Muso dikirim dari Uni Soviet masuk indonesia
3. Fase DN. Aidit (kejayaan partai komunis indonesia).


1. Fase Syarikat Islam (SI)

Ditandai dengan munculnya Tan malaka dan Semaun sebagai tokoh paham komunis di Indonesia. Difase ini nama organisasi Syarikat Islam (SI) yang berpusat di Jogjakarta, mendapatkan saingan keras dari tokoh SI paham kiri (Semaun). Yang awalnya organisasi SI berdiri dengan satu nakhoda kemudian disusupi tokoh-tokoh paham kiri (Komunis) akhirnya SI pun terpecah menjadi dua : SI Putih (pusatnya dijogja) dan SI Merah (pusatnya di semarang). Karna adanya dualisme dalam tubuh SI maka, Buya Agus salim mengusulkan adakan Kongres yang bertujuan untuk mendepak keluar tokoh-tokoh SI Merah (Semaun, tan malaka). Dengan adanya kongres tersebut SI mulai bersih dari paham komunis.


Kehancuran PKI (ISDV Semarang) fase awal (fase SI Merah dikeluarkan dari organisasi Syarikat Islam lalu bergabung dgn ISDV Semarang) bermula dengan adanya Persetujuan Prambanan yang memutuskan akan ada pemberontakan besar-besaran di seluruh Hindia Belanda. Tan Malaka yang tidak setuju karena Komunisme di Indonesia kurang kuat mencoba menghentikan, namun para tokoh PKI lainnya tidak menggubris usulan tersebut, kecuali mereka yang ada di pihak Tan Malaka. Pemberontakan terjadi pada tahun 1926-1927 yang berakhir dengan kekalahan PKI. Para tokoh PKI menyalahkan Tan Malaka atas kegagalan tersebut, karena telah mencoba menghentikan pemberontakan dan memengaruhi cabang-cabang PKI. (pada fase awal ini gerakan komunis ada di kota surabaya dan semarang).



2. Fase Muso dikirim dari Moskow masuk ke Jogjakarta.

Muso adalah Gembong pergerakan sekaligus pemberontakan madiun komunis di indonesia. Muso juga sebagai anggota internasional komunis di moskow, yang datang ke jogjakarta dengan misi mendirikan negara komunis indonesia atas perintah moskow. Karna tak mendapat dukungan di jogjakarta (pusat pemerintahan indonesia pada masa itu), maka Muso menetap di madiun dan nekat mendirikan negara saingan buat pemerintahan indonesia di jogjakarta. Makar muso ini diperuncing lagi dengan terjadinya pemberontakan PKI di madiun. Karna ulah Muso yang meresahkan eksistensi pemerintahan indonesia dijogja maka, pasukan divisi siliwangi menembak mati Muso, gembong komunis madiun ! akhirnya PKI madiun dapat di kalahkan dan dibubarkan.



3. Fase DN. Aidit Gembong PKI perusak TNI dari dalam.
Soekarno sendiri yang cenderung ke kiri, lebih dekat kepada PKI. Terutama setelah Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959, politik luar negeri Indonesia semakin condong ke Blok Timur (Blok Komunis Uni Soviet). Indonesia lebih banyak melakukan kerja sama dengan negara komunis seperti Uni Soviet, Kamboja, Vietnam, RRT, maupun Korea Utara. Beberapa langkah-langkah politik luar negeri yang dianggap ke kiri-kirian itu antara lain:
A. Presiden Soekarno menyampaikan pandangan politik dunia yang berlawanan dengan barat, yaitu OLDEFO (Old Established Forces) dan NEFO (New Emerging Forces)
B. Indonesia membentuk Poros Jakarta-Peking dan Poros Jakarta-Phnompenh-Hanoi-Peking-Pyongyang yang membuat Indonesia terkesan ada di pihak Blok Timur
C. Konfrontasi dengan Malaysia yang berujung dengan keluarnya Indonesia dari PBB.
DN Aidit sewaktu kecil bernama Achmad Aidit, setelah dewasa berganti nama menjadi Dipa Nusantara Aidit. Pada awal DN Aidit datang keJakarta, dia menjadi anak didik dari Hatta. Karna pertentangan paham ideologis politik maka mereka berdua berseberangan jalan. Tak bisa dipungkiri, soso aidit ternyata mengagumi paham marhaenisme soekarno. Akibatnya Aidit menjadi pendukung soekarno, karna jasanya tersebut jabatan Sekjen PKI pun diberikan kepada Aidit, sampai pada puncaknya DN Aidit menjadi ketua partai komunis indonesia (PKI).
Dalam kampanye Pemilu 1955, Aidit dan PKI berhasil memperoleh banyak pengikut dan dukungan karena program-program mereka untuk rakyat kecil di Indonesia. Dalam dasawarsa berikutnya, PKI menjadi pengimbang dari unsur-unsur konservatif di antara partai-partai politik Islam dan militer. Berakhirnya sistem parlementer pada tahun 1957 semakin meningkatkan peranan PKI, karena kekuatan ekstra-parlementer mereka. Ditambah lagi karena koneksi Aidit dan pemimpin PKI lainnya yang dekat dengan Presiden Sukarno, maka PKI menjadi organisasi massa yang sangat penting di Indonesia.
Pada 1965, PKI menjadi partai politik terbesar di Indonesia, dan menjadi semakin berani dalam memperlihatkan kecenderungannya terhadap kekuasaan. Pada tanggal 30 September 1965 terjadilah tragedi nasional yang dimulai di Jakarta dengan diculik dan dibunuhnya enam orang jenderal dan seorang perwira. Peristiwa ini dikenal sebagai Peristiwa G-30-S.


Sejarah Perang Dingin USSR dan USA


Perseteruan paham komunis dan liberal yang dicanangkan oleh Uni Soviet (USSR) dan Amerika Serikat (USA), bermula dari ketidak adilnya pembahagian rampasan perang dunia kedua yang dimenangkan oleh Amerika dan sekutunya termasuk didalamnya adalah Uni soviet (Russia). Soviet sebagai sekutu Amerika dalam perang dunia kedua melawan German (adolf hitler, Nazi) merasa berperan banyak terhadap kemenangan diperang dunia kedua. Pasca Hiroshima dan Nagasaki dibom atom oleh Amerika serikat berkat temuan ilmiah dari Albert Einstein, maka Nazi dan Jepang pun menyerah tanpa syarat kepada pemenang perang dunia kedua (Amerika dan sekutunya).


Pasca perang dunia kedua usai, tercipta konflik baru yang diciptakan oleh negara pemenang perang dunia kedua tadi, bermula dari ketidak adilan pembagian tanah rampasan perang dunia kedua. Uni Soviet anggap Amerika tidak adil kepada negara sekutu yang telah membantu memenangkan perang dunia kedua. Karna faktor inilah maka, tercipta PERANG DINGIN yang tidak lain adalah perang perebutan paham komunis dan liberalis. Antara USSR dan USA. Sampai ditahun 1989 tepatnya bulan november tanggal 9, tembok berlin disisi komunis runtuh. Saat itu pula perang dingin usai dan dimenangkan oleh USA (Amerika) sekaligus mengukuhkan dirinya menjadi negara super power alias negara adidaya.


By : Pitopangsan

Monday, 18 September 2017

Korut Kurang Piknik, Amerika Kurang Wawasan


Rakyat korea utara itu IDENTIK dengan KACEBONG .
Muhammad Yusri Yunus punya dagelan.
*Kim Jong Un, Presiden Korea Utara Berpidato Membanggakan

Negaranya*
Beliau berkata: "Tidak hanya
senjata nuklir, dalam 10 thn
kedepan kita juga akan membuat
terobosan baru yakni tim antariksa kami akan mendarat di matahari."

Mendengar ini para pendukungnya lantas bersorak bangga.
Lalu seorang wartawan bertanya:
"Matahari suhunya begitu panas,
bagaimana bisa mendarat di
matahari...?"

Sesaat suasana dalam ruang
tersebut berubah menjadi hening.

Beberapa saat kemudian, setelah
Kim Jong Un menghisap cerutunya
beberapa kali, dia menjawab: "Kita perginya malam hari!"

Seketika para pendukung Kim
bersorak kembali.

Donald Trump, Presiden AS yg
menonton tayangan langsung ini di TV, segera merespon dgn
mengatakan kepada para stafnya:

"Gila ini orang, malam hari mana
ada matahari...?"

Wiwaha orang Madura Indonesia
juga ikutan komentar:

"Trump itu kurang wawasan...
Matahari & Hypermart kan bukanya sampai jam 10 malam...

RAHASIA BESAR SEORANG AYAH YANG TIDAK DIKETAHUI SEORANG ANAK BAHKAN SETIAP ANAK DI DUNIA.


Mungkin ibu lebih kerap menelpon untuk menanyakan keadaanku setiap hari, tapi apakah aku tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponku?
Semasa kecil, ibukulah yang lebih sering menggendongku. Tapi apakah aku tau bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih ayahlah yang selalu menanyakan apa yang aku lakukan seharian, walau beliau tak bertanya langsung kepadaku karena saking letihnya mencari nafkah dan melihatku terlelap dalam tidur nyenyakku. Saat aku sakit demam, ayah membentakku “Sudah diberitahu, Jangan minum es!” Lantas aku merengut menjauhi ayahku dan menangis didepan ibu. Tapi apakah aku tahu bahwa ayahlah yang risau dengan keadaanku, sampai beliau hanya bisa menggigit bibir menahan kesakitanku.
Ketika aku remaja, aku meminta izin untuk keluar malam. Ayah dengan tegas berkata “Tidak boleh! ”Sadarkah aku, bahwa ayahku hanya ingin menjaga aku, beliau lebih tahu dunia luar, dibandingkan aku bahkan ibuku? Karena bagi ayah, aku adalah sesuatu yang sangat berharga. Saat aku sudah dipercayai olehnya, ayah pun melonggarkan peraturannya.
Maka kadang aku melanggar kepercayaannya. Ayahlah yang setia menunggu aku diruang tamu dengan rasa sangat risau, bahkan sampai menyuruh ibu untuk mengontak beberapa temannya untuk menanyakan keadaanku, ''dimana, dan sedang apa aku diluar sana.'' Setelah aku dewasa, walau ibu yang mengantar aku ke sekolah untuk belajar, tapi tahukah aku, bahwa ayahlah yang berkata: Ibu, temanilah anakmu, aku pergi mencari nafkah dulu buat kita bersama.
Disaat aku merengek memerlukan ini – itu, untuk keperluan kuliahku, ayah hanya mengerutkan dahi, tanpa menolak, beliau memenuhinya, dan cuma berpikir, kemana aku harus mencari uang tambahan, padahal gajiku pas-pasan dan sudah tidak ada lagi tempat untuk meminjam.
Saat aku berjaya. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukku. Ayahlah yang mengabari sanak saudara, ''anakku sekarang sukses.'' Walau kadang aku cuma bisa membelikan baju koko itu pun cuma setahun sekali. Ayah akan tersenyum dengan bangga.
Dalam sujudnya ayah juga tidak kalah dengan doanya ibu, cuma bedanya ayah simpan doa itu dalam hatinya. Sampai ketika nanti aku menemukan jodohku, ayahku akan sangat berhati – hati mengizinkannya.
Dan akhirnya, saat ayah melihatku duduk diatas pelaminan bersama pasanganku, ayahpun tersenyum bahagia. Lantas pernahkah aku memergoki, bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat bahagia. Dan beliau pun berdoa, “Ya Alloh, tugasku telah selesai dengan baik. Bahagiakanlah putra putri kecilku yang manis bersama pasangannya.
''Pesan ibu ke anak untuk seorang Ayah''
Anakku..
Memang ayah tidak mengandungmu,
tapi darahnya mengalir di darahmu, namanya melekat dinamamu ...
Memang ayah tak melahirkanmu,
Memang ayah tak menyusuimu,
tapi dari keringatnyalah setiap tetesan yang menjadi air susumu ...

Nak..
Ayah memang tak menjagaimu setiap saat,
tapi tahukah kau dalam do'anya selalu ada namamu disebutnya ...
Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar karena dia ingin terlihat kuat agar kau tak ragu untuk berlindung di lengannya dan dadanya ketika kau merasa tak aman...

Pelukan ayahmu mungkin tak sehangat dan seerat bunda, karena kecintaanya dia takut tak sanggup melepaskanmu...
Dia ingin kau mandiri, agar ketika kami tiada kau sanggup menghadapi semua sendiri..

Bunda hanya ingin kau tahu nak..
bahwa...
Cinta ayah kepadamu sama besarnya dengan cinta bunda..
Anakku...
Jadi didirinya juga terdapat surga bagimu... Maka hormati dan sayangi


Sunday, 17 September 2017

Film GASING TENGKORAK


JAKARTA - Film-film horor tanah air tengah naik daun saat ini. Sebelumnya, penonton dibuat merinding dengan film "Jailangkung", kali ini muncul yang tak kalah menakutkannya, "Gasing Tengkorak".

"Gasing Tengkorak" menjadi film horor perdana yang dibintangi Nikita Willy. Mengambil legenda dari Tanah Minang, "Gasing Tengkorak" adalah permainan mistis dengan kekuatan jahat yang tak terlihat. 

Digarap oleh sutradara handal, Jose Purnomo, "Gasing Tengkorak" bercerita tentang teror mistis yang dialami seorang bintang terkenal. Sang bintang yang diperankan Nikita Willy itu dihantui sosok makhluk halus yang mengikutinya ke mana saja.

Bahkan, nyawanya menjadi terancam. Nyalinya diuji untuk menghadapi sosok-sosok horor yang mengikuti dirinya.

Menurut Jose, film "Gasing Tengkorak" ini diambul dari legenda nyata yang terkenal di budaya masyarakat Minang. Gasing itu memang bukan gasing biasa. Permainan yang dahulu digunakan sebagai media santet ini menggunakan tulang tengkorak manusia asli sebagai gasingnya. 

Film "Gasing Tengkorak" sendiri baru akan tayang di bioskop pada Oktober mendatang. (rid)

Tiga Tokoh Utama SUMATERA WESKUTS



SUMATERA WESKUTS

----------------------------------------------------------
Tiga tokoh utama yang berpengaruh dalam awal pemerintahan di Province Sumatra’s Westkust yang secara langsung telah memberi pengaruh besar pada awal pertumbuhan dan perkembangan Kota Padang sebagai ibu kota sumatera weskuts adalah Gubernur pertama Province Sumatra’s Westkust Andreas Victor Michiels, Resident Pertama Tapanoeli Alexander van der Hart dan Asisten Residen Afdeeling Mandailing dan Angkola Alexander Philippus Godon.
.
Pada tahun 1829 (lihat Almanak 1829) struktur pemerintahan di Sumatra weskuts sudah semakin lengkap. Residen kedua Sumatra’s Westkust : W. Mac Gilavrij. Residen dibantu dua asisten residen: Asisten Residen yang merangkap sekretatis dan Asisten Residen Zuidelij Afdeeling yang berkedudukan di Padang. Selain itu beberapa pejabat ditempatkan di Padang Salah satu pejabat khusus bernama pakhuismeester (yang berfungsi di bidang perdagangan) Untuk menjaga keamanan territorial yang baru Civiel en Militair Komanndant ditempat di Padangsche Bovenlanden (Padang Pandjang?), di Pariaman, di Agam dan di Air Bangies. Di Pulau Chinco sendiri hanya menempatkan seorang posthouder (petugas perdagangan). Untuk wilayah Bengkulu diangkat seorang Asisten Residen. Dalam struktur pemerintahan yang baru ini pemimpin lokal diangkat dan disertakan di Bengukulu yakni Radja Daim Mabelah (hoofd regent di Bengkulu), Pangeran Linggang (regent Soengia Lammoe) dan Pangeran Radja Chalippa (regent Soengia Itam),Regent semacam Bupati .
.
Pada tahun 1830, selain di Bengkulu, juga diangkat dan disertakan regent yakni Toeankoe Soetan Mansoer Alam Shah di Padang (hoofd regent), Soetan Alam Bagagar Shah (regent van Pagar Roejoeng). Ini mengindikasikan bahwa di wilayah masing-masing terdapat regent yakni Padangsche Benelanden dan Padangsch Bovenlandan. Dua regent inilah yang di satu sisi akan memerintah bagi penduduk pribumi dan di sisi lain untuk melayani pemerintah (dalam hal ini Residen).
Pada tahun 1830 ini juga wilayah pemerintahan sumatera weskuts diperluas ke utara dengan menempatkan masing-masing seorang posthouder di Natal, di Tapanoeli (Sibolga) dan di Poelo Batoe serta seorang Civiel Commandant di Aijer Bangies.
.
Pada tahun 1831 terjadi perubahan status Residen yang dalam beberapa tahun terakhir ini dipegang orang sipil diganti dengan seorang militer. Nama jabatan Residen berubah menjadi Residen en Militair Kommandant. Residen Militer yang ditunjuk adalah Luitenent Kolonel Mr CPJ Elout. Jabatan ini seakan kembali ke awal ketika pertama kali residen Sumatra’s Wetskust diangkkat pada tahun 1824 yakni Luitenant Kolonel AT Raаff.
Perubahan struktur pemerintahan yang bersifat militer penempatan seorang Civiel Kommandant di utara kota Padang yakni di Pariaman dan di selatan kota Padang seorang post houder di Poelo Chinko dan pengangkatan seorang regent di Indrapoera (Soetan Achmad Shah).
.
Pada tahun 1832 perubahan terus terjadi. Nama jabatan Residen dari Residen en Militair Kommandant menjadi Komamandant der Troepen en Resident dan pengangkatan seorang ajudant dengan pengkat Letnan. Demikian juga di Pariaman dari Civiel Kommandant menjadi Civiel en Militair Kommandant. Perubahan juga terjadi yakni mengganti jabatan hoofd regent (Toeankoe Soetan Mansoer Alam Shah) menjadi jabatan Toeankoe Panglima (Mara Indra) ditambah dengan jabatan Toeankoe Bandahara (Soetan Iskandar).
.
Di wilayah utara bahkan terjadi reposisi : di Natal yang sebelumnya hanya menempatkan seorang post houder ditempati oleh seorang Civiel en Militair Kommandant berpangkat 1ste Luitenant dan di Air Bangies sendiri dari Civeel Kommandant diubah menjadi Civiel en Militair Kommandant.
.
pada tahun 1836 wilayah-wilayah yang terpisah-pisah di utara (noordelijke afdeeling) disatukan menjadi satu sistem pemerintahan dengan menempatkan seorang Asisten Residen di Natal (JA Moser).
.
Pada tahun 1837, status Resident Sumatra’s Westkust ditingkatkan menjadi Province.wilayah pemerintah semakin diperluas ke utara dengan menempatkan pejabat civiel en militair di Mandailing dan di Rao. Ini berarti Residen sebelumnya yang berpangkat Luitenant Kolonel (Elout) digantikan oleh seorang gubernur dengan pangkat Kolonel yakni AV Michiels. 
.
pada tahun 1840 afdeeling-fadeeling yang berada di utara (Noordelijke Afdeeling) direstrukturisasi dengan meniadakan Asisten Residen di Natal dan membentuk satu residentie yang baru yakni Residentie Air Bangies dengan ibukota di Air Bangies (menggantikan Natal).
Resident yang berkedudukan di Air Bangies dibantu oleh dua orang Asisten Residen di afdeeling Mandailing en Angkola yang beribukota di Panjaboengan dan di afdeelin Rao yang berkedudukan di Rao. Di Natal sendiri, yang sebelumnya asisten berkedudukan hanya menempatkan seorang controleur. Pada fase ini wilayah pemerintah diperluas lagi ke utara dengan menempatkan seorang pejabat sipil di Baros. Sementara di Tapanoeli tetap menempatkan seorang posthouder.
Dengan demikian Province Sumatra’s Westkust terdiri dari tiga residentie. Hanya saja dalam hal ini Residentie Bencoelen dipisahkan (pada nanti nya menjadi bagian dari Zuid Sumatra) dan sebagai gantinya adalah Residentie Air Bangies.Tiga residentie yang berada di dalam satu province Sumatra’s Westkust terdiri dari Residentie Padangsche Benelanden (di Padang). Residentie Padangsche Bovenlanden (di Fort de Kock) dan Residentie Air Bangier di Air Bangies.
.
Pada tahun 1841 di Province Sumatra’s Westkust dua institusi baru dibentuk untuk mendampingi institusi pemerintahan yang selama ini (Governoer, Resident, Asisten Residen dan Controleur).Meski ada tiga residentie tetapi jumlah Residen hanya ada dua yakni di Residentie Padangsche Bovenlanden dan di Residentie Air Bangier. Di Residentie Padangsche Benelanden yang juga berkedudukan di Padang hanya setingkat asisten residen namun dibantu oleh seorang pemimpin lokal yang disebut hoofd regent (yang dipegang oleh Soetan Iskandar). Institusi baru tersebut adalah Raad van Justitie dan Wees en Boedelkamer.
.
Pada tahun 1842 dibentuk lagi satu residentie yakni Residentie Bataklanden yang terdiri dari dua afdeeling : Tapanoeli dan Pertibie. Meski sebuah residentie tetapi secara definitive belum ada Resident, tetapi dirangkap oleh Residen Air Bangies. Di Tapanoeli ditempatkan seorang asisten residen yang berkedudukan di Sibolga yang dibantu dua controleur yakni di Baros dan di Singkel. Sementara di Nias yang berkedudukan di Goenoeng Sitoli ditempatkan seorang posthouder. Sedangkan di afdeeling Pertibie ditempatkan seorang pejabat dengan wilayah kerja Padang Lawas, Tamboesai, Panel dan Bila yang mana di di Bila ditempatkan seorang Controleur. Bersamaan dengan pembentukan residentie Bataklanden ini, di afdeeling Mandailing en Angkola diangkat dua controleur yakni di Angkola dan di Pakantan.
.
Pada tahun 1844 nama Residentie Bataklanden diubah menjadi Residentie Tapanoeli. Sementara afdeeling Pertibie dilikuidasi.Nama Bataklanden dipersiapkan sebagai nama afdeeling baru yakni yang meliputi Silindoeng en Toba.
.
Pada tahun 1845 terjadi lagi restrukturisasi pemerintahan di Province Sumatra’s Westkust. Afdeeling Mandailing en Angkola dipisahkan dari Residentie Air Bangis dan kemudian dimasukkan ke Residentie Tapanoeli. Sedangkan afdeeling Rao dimasukkan ke Residentie Padangsche Bovenlanden. Akibatnya Residentie Air Bangies dilikuidasi dan dimasukkan ke Residentie Padangsche Benelanden dengan hanya menempatkan asisten residen di Air Bangies.
Setelah Residentie Tapenoeli diperkuat dengan masuknya afdeeling Mandailing en Ankola, maka status asisten residen ditingkatkan menjadi Residen yang berkedudukan di Sibolga. Residen yang diangkat adalah Alexander van der Harta, sedangkan asisten residen sebelumnya (Galle) diposisikan sebagai sekretaris Resident. Di afdeeling Mandailing en Ankola sendiri tetap dijabat oleh seorang asisten Residen (tetap dijabat TJ Willer).
Jabatan Gubernur sendiri pada tahun 1845 masih tetap dijabat oleh AV Michiels. Ini berarti AV Michiels yang merupakan gubernur pertama Province Sumatra’s Westkust yang dimulai sejak 1837 telah menjabat selama delapan tahun. Sementara Residen Padangsch Bovenlanden yaitu Steinmeez yang berkedudukan di Fort de Kock tetap dibantu oleh dua asisten residen (di afdeeling Tanah Datar dan di afdeeling Agam) ditambah satu asisten residen baru di afdeeling Lima Poeloeh Kota.
Yang menarik adalah Residen pertama Tapanoel yang baru difungsikan pada tahun 1845, pejabat yang diangkat tersebut adalah Alexander van der Hart, seorang mantan ‘anak kesayangan’ Kolonel AV Michiel dalam Perang Bondjol tahun 1837. Saat itu pangkat van der Hart masih Kapten.
.
Pada tahun 1846 hanya sedikit perubahan struktur pemerintahan di Sumatra’s Westkust. Afdeeling Natal yang sebelumnya masih berada di Residentie Air Bangies, dan karena dilikuidasi, lalu afdeeling Air Bangies dan afdeeling Natal dimasukkan ke Residentie Padangsche Benelanden, kemudian Natal dipisahkan dan dimasukkan ke Residentie Tapanoeli. Pada tahun 1846 ini pangkat militer Residen Alexander van der Hart dinaikkan setingkat menjadi Luitenan Kolonel (sehubungan dengan dirinya memimpin ekspedisi ke Nias). Sementara pangkat militer AV Michiels yang juga telah dinaikkan sebagai Majoor Generaal kini nyaris disusul oleh anak buah kesayangannya yakni Alexander van der Hart yang sudah berpangkat Luitenan Kolonel. Oleh karena itu, di Provinsi Sumatra’s Westkust ‘ayah-anak’ inilah yang memiliki pangkat militer tertinggi di dalam pemerintahan.
.
pada tahun 1848, Luitenant Kolonel A. van der Hart, dengan keputusan Gubernur Jenderal, ditugaskan menjadi Residen untuk sementara waktu di Padangsche Bovenlanden, dan juga bertanggung jawab atas komando militer di afdeeling itu. 
Masih pada tahun 1848, Alexander van der Hart merekomendasikan bawahan kesayangannya AP Godon yang menjabat Controleur di Singkel untuk diangkat menjadi Asisten Residen di afdeeling Mandailing dan Angkola padahal pangkat AP Godon masih controleur kelas-3.AP Godon belum lama bertugas sebagai controleur di Singkel sudah dimutasi oleh Alexander van der Hart ke afdeeling Mandailing en Angkola, tidak sebagai controleur tetapi memegang jabatan Asisten Residen. AP Godon sebelum menjadi controleur di Singkel adalah controleur yang cukup sukses di Bondjol (dari tahun 1845 hingga 1848).
.
Sejak 1846 struktur pemerintahan di Province Sumatra’s Westkust yang beribukota Padang tidak berubah lagi untuk hingga waktu yang lama.
pada masa ini wilayah Kampar,wilayah Rokan kecuali Tambusai,wilayah kuantan Indragiri masih belum terkuasai oleh penjajah belanda.
.
J. W. IJzerman,Dwars door Sumatra. Tocht van Padang naar Siak onder leiding van den hoofd-ingenieurder staats-spoorwegen J. W. IJzerman(Haarlem: F. Bohn, 1895), p. 149, ‘No European penetrated these regions because: orang V kota lawan Companie’( J.W. IJzerman,Dwars door Sumatra. Tocht van Padang naar Siak onder leiding van den hoofd-ingenieurder staats-spoorwegen J.W. Ijzerman.Haarlem: F. Bohn, 1895, 149: “Tak ada orang Eropa pernah melintasi kawasan ini karena: “orang V kota lawan Companie”. )

Cerita Inspiratif Sebongkah Emas dengan Sebongkah Tanah


*Inspirasi ...*

Sebongkah emas bertemu dengan sebongkah tanah.
● _Emas berkata pada tanah, “Coba lihat dirimu, suram dan lemah, apakah engkau memiliki cahaya mengkilat seperti aku.......?_
_Apakah engkau berharga seperti aku....... ?”_

● _Tanah menggelengkan kepala dan menjawab, “Aku bisa menumbuhkan bunga dan buah, bisa menumbuhkan rumput dan pohon, bisa menumbuhkan tanaman dan banyak yang lain, apakah kamu bisa....... ?”_

*Emas pun terdiam seribu bahasa......*
Dalam hidup ini banyak orang yang seperti emas, berharga, menyilaukan tetapi tidak bermanfaat bagi sesama.

Sukses dalam karir, banyak harta kekayaan, rupawan dalam paras, tapi sukar membantu apalagi peduli.

Tapi ada juga yang seperti tanah. Posisi biasa saja, bersahaja namun ringan tangan siap membantu kapanpun.

*_Makna dari kehidupan bukan terletak pada seberapa bernilainya diri kita, tetapi seberapa besar bermanfaatnya kita bagi orang lain._*

*_Jika keberadaan kita dapat menjadi berkah bagi banyak orang, barulah kita benar- benar bernilai._*

Apalah gunanya kesuksesan bila itu tidak membawa manfaat bagi orang lain disekitar kita.

Apalah arti kemakmuran bila tidak berbagi pada yang membutuhkan.
Apalah arti kepintaran bila tidak memberi inspirasi di sekeliling kita.
Karena hidup adalah proses, ada saatnya kita memberi dan ada saatnya kita menerima.

*Selalu rendah hati tetap SEMANGAT dan memberi inspirasi* 

Bila Usia Senja Memanggil MU

Kalau anak² sudah berkeluarga dan meninggalkan kita , *giliran kita untuk kembali memikirkan diri kita sendiri.*


🎅👳
1. *Bila kita tua* ...
Lebih dekatkan diri kepada Tuhan dan Luangkan waktu bersama pasangan kita karena salah seorang dari kita akan pergi lebih dahulu dan yang masih hidup hanya mampu menyimpan kenangan yang indah.


👳🎅
2. *Bila kita tua* ... 
Akan tiba masanya mau berjalan ke pintu saja susah, selagi masih berkemampuan, jalan²lah ke beberapa tempat untuk mengingatkan kita tentang kebesaran Allah, untuk mengagumi keindahan ciptaan NYA.


🎅👳🙌
3. *Bila kita tua* ... 
Jangan susahkan diri *memikirkan anak² secara berlebihan*. Mereka akan mampu berusaha sendiri.


🎅👳
4. *Bila kita tua* ... 
Adakan pertemuan pertemuan dengan keluarga besar jangan hanya pada saat ada yang sakit atau meninggal baru berkumpul dan Luangkan waktu bersama rekan² lama karena peluang untuk bersama itu akan berkurang dari waktu ke waktu.


🎅👴
5. *Bila kita tua* ... 
Terimalah penyakit apa adanya karena semua sama, kaya atau miskin akan melalui proses yang sama, yaitu : lahir bayi, kanak², dewasa, tua, sakit dan mati.

🎅👴
6. *Bila kita tua* ... 
Bersabarlah ! banyak bertafakkur karna hidup dunia sementara. Persiapkan semua sumber ladang kebajikan amal yang akan menjadi penolong dikala menghadap ilahi rabbi.

🎅👴
7. *Bila kita tua* ... 
Jangan bersedih hati apabila hidup bersendirian diusia senja. Karna itu cara tuhan agar bisa lebih mendekatkan diri kepada NYA.

🎅👴
8. *Bila kita tua* ... 
Lakukan strategi terbaik dan terakhir terhadap anak-anak dan cucu, agar pasca kita tiada semua berjalan lancar, rukun, damai dan sentosa.

By : Yun Subali dan Pitopangsan